Assalamualaikum kali ini gua akan share tentang para ilmuwan-ilmuwan islam yang amatt berjasa bagi Iptek dunia. sebenernya ide postingan ini gua dapet kemaren disaat gua nemuin soal "10 tokoh Islam yang berpengaruh bagi Sains" eh gua gabisa jawab, nah sekarang gua uda tau jawabannya n akan gua share :D
1. IBNU RUSHD (AVERROES)
Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyol) pada tahun 520 Hijriah (1128 Masehi).
Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan
pengetahuan ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk
mengabdi sebagai “Kadi” (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu
Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat
Aristoteles yang mempengaruhi filsafat Kristen di abad pertengahan,
termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi
Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah
hukum.Pemikiran Ibnu Rusyd
Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang
filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai
dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam
bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar
karya-karya aslinya sudah tidak ada.
Filsafat Ibnu Rusyd ada dua,
yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang Eropa pada
abad pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap
keberagamaannya.
Karya :
Bidayat Al-Mujtahid (kitab ilmu fiqih)
Kulliyaat fi At-Tib (buku kedokteran)
Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-Hikmat Wa Asy-Syari’at (filsafat dalam
Islam dan menolak segala paham yang bertentangan dengan filsafat)
2. IBNU SINA / Avicenna
Ibnu Sina lahir pada tahun 370 (H) / 980 (M) di rumah ibunya
Afshana, sebuah kota kecil sekarang wilayah Uzbekistan (bagian dari
Persia). Ayahnya, seorang sarjana terhormat Ismaili, berasal dari
Balkh Khorasan, dan pada saat kelahiran putranya dia adalah gubernur
suatu daerah di salah satu pemukiman Nuh ibn Mansur, sekarang wilayah
Afghanistan (dan juga Persia). Dia menginginkan putranya dididik
dengan baik di Bukhara.
Meskipun secara tradisional dipengaruhi
oleh cabang Islam Ismaili, pemikiran Ibnu Sina independen dengan
memiliki kepintaran dan ingatan luar biasa, yang mengizinkannya
menyusul para gurunya pada usia 14 tahun.
Ibn Sina dididik
dibawah tanggung jawab seorang guru, dan kepandaiannya segera
membuatnya menjadi kekaguman diantara para tetangganya; dia
menampilkan suatu pengecualian sikap intellectual dan seorang anak yang
luar biasa kepandaiannya / Child prodigy yang telah menghafal Al-Quran
pada usia 5 tahun dan juga seorang ahli puisi Persia. Dari seorang
pedagan sayur dia mempelajari aritmatika, dan dia memulai untuk belajar
yang lain dari seorang sarjana yang memperoleh suatu mata pencaharian
dari merawat orang sakit dan mengajar anak muda.
Ibnu Sina dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat
adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia
(sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Beliau juga seorang
penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang
filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak
Pengobatan Modern” dan masih banyak lagi sebutan baginya yang
kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran.
Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan
rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.
Karya Ibnu Sina, fisikawan terbesar Persia abad pertengahan , memainkan peranan penting pada Pembangunan kembali Eropa.
Dia
adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar.
Banyak diantaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap
oleh banyak orang sebagai “bapak kedokteran modern.” George Sarton
menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu
yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu.” pekerjaannya
yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of
Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi
At Tibb).
3. AL-BIRUNI

Merupakan matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana,
penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi dan
guru, yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat,
obat-obatan.Abu Raihan Al-Biruni dilahirkan di Khawarazm di Asia
Tengah yang pada masa itu terletak dalam kekaisaran Persia. Dia
belajar matematika dan pengkajian bintang dari Abu Nashr Mansur.Abu
Raihan Al-Biruni merupakan teman filsuf dan ahli obat-obatan Abu Ali
Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina/Ibnu Sina, sejarawan, filsuf, dan
pakar etik Ibnu Miskawaih, di universitas dan pusat sains yang
didirikan oleh putera Abu Al Abbas Ma’mun Khawarazmshah. Abu Raihan
Al-Biruni juga mengembara ke India dengan Mahmud dari Ghazni dan
menemani beliau dalam ketenteraannya di sana, mempelajari bahasa,
falsafah dan agama mereka dan menulis buku mengenainya. Dia juga
mengetahui bahasa Yunani, bahasa Suriah, dan bahasa Berber. Dia
menulis bukunya dalam bahasa Persia (bahasa ibunya) dan bahasa
Arab.Sebahagian karyanya ialah:? Ketika berusia 17 tahun, dia meneliti
garis lintang bagi Kath, Khwarazm, dengan menggunakan altitude
maksima matahari. ? Ketika berusia 22, dia menulis beberapa hasil kerja
ringkas, termasuk kajian proyeksi peta, “Kartografi”, yang termasuk
metodologi untuk membuat proyeksi belahan bumi pada bidang datar.
Ketika
berusia 27, dia telah menulis buku berjudul “Kronologi” yang merujuk
kepada hasil kerja lain yang dihasilkan oleh beliau (sekarang tiada
lagi) termasuk sebuah buku tentang astrolab, sebuah buku tentang
sistem desimal, 4 buku tentang pengkajian bintang, dan 2 buku tentang
sejarah. ?
Beliau membuat penelitian radius Bumi kepada 6.339,6 kilometer (hasil ini diulang di Barat pada abad ke 16)
Hasil karya Al-Biruni melebihi 120 buah buku.
Sumbangannya kepada matematika termasuk:
- aritmatika teoritis and praktis
- penjumlahan seri
- analisis kombinatorial
- kaidah angka 3
- bilangan irasional
- teori perbandingan
- definisi aljabar
- metode pemecahan penjumlahan aljabar
- geometri
- teorema Archimedes
- sudut segitiga
4. Al-Khawarizmi
Nama Asli dari al-Khawarizmi ialah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi.
Selain itu beliau dikenali sebagai Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad
bin Yusoff. Al-Khawarizmi dikenal di Barat sebagai al-Khawarizmi,
al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan
beberapa cara ejaan lagi. Beliau dilahirkan di Bukhara.Tahun 780-850M
adalah zaman kegemilangan al-Khawarizmi. al-Khawarizmi telah wafat
antara tahun 220 dan 230M. Ada yang mengatakan al-Khawarizmi hidup
sekitar awal pertengahan abad ke-9M. Sumber lain menegaskan beliau
hidup di Khawarism, Usbekistan pada tahun 194H/780M dan meninggal
tahun 266H/850M di Baghdad.
Dalam pendidikan telah dibuktikan
bahawa al-Khawarizmi adalah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan
luas. Pengetahuan dan keahliannya bukan hanya dalam bidang syariat
tapi di dalam bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik,
ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia.
Al-Khawarizmi sebagai guru aljabar di Eropa
Beliau
telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan
trigonometri dan astronomi. Dalam usia muda beliau bekerja di bawah
pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad.
Beliau bekerja dalam sebuah observatory yaitu tempat belajar matematika
dan astronomi. Al-Khawarizmi juga dipercaya untuk memimpin
perpustakaan khalifah. Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India
dan cara-cara perhitungan India pada dunia Islam. Beliau juga
merupakan seorang penulis Ensiklopedia dalam berbagai disiplin.
Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan
aljabar dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari
dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang
begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang.
PERANAN DAN SUMBANGAN AL-KHAWARIZMI
Sumbangsihnya dalam bentuk hasil karya diantaranya ialah :
- Al-Jabr wa’l Muqabalah : beliau telah mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.
- Hisab
al-Jabr wa al-Muqabalah : Beliau telah mengajukan contoh-contoh
persoalan matematika dan mengemukakan 800 buah masalah yang sebagian
besar merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam
bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi.
- Sistem
Nomor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam
sistem Nomor pada zaman sekarang. Karyanya yang satu ini memuat Cos,
Sin dan Tan dalam penyelesaian persamaan trigonometri , teorema
segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga, segi empat dan
lingkaran dalam geometri.
5. Jabir Ibnu Hayyan / Ibnu Geber
Lahir di kota peradaban Islam klasik, Kuffah (Irak), ilmuwan Muslim
ini lebih dikenal dengan nama Ibnu Hayyan. Sementara di Barat ia
dikenal dengan nama Ibnu Geber. Ayahnya, seorang penjual obat,
meninggal sebagai ‘syuhada’ demi penyebaran ajaran Syi’ah. Jabir kecil
menerima pendidikannya dari raja bani Umayyah, Khalid Ibnu Yazid Ibnu
Muawiyah, dan imam terkenal, Jakfar Sadiq. Ia juga pernah berguru
pada Barmaki Vizier pada masa kekhalifahan Abbasiyah pimpinan Harun Al
Rasyid.
Ditemukannya kimia oleh Jabir ini membuktikan, bahwa ulama
di masa lalu tidak melulu lihai dalam ilmu-ilmu agama, tapi sekaligus
juga menguasai ilmu-ilmu umum. “Sesudah ilmu kedokteran, astronomi,
dan matematika, bangsa Arab memberikan sumbangannya yang terbesar di
bidang kimia,” tulis sejarawan Barat, Philip K Hitti, dalam History of
The Arabs. Berkat penemuannya ini pula, Jabir dijuluki sebagai Bapak
Kimia Modern.
Dalam karirnya, ia pernah bekerja di laboratorium
dekat Bawwabah di Damaskus. Pada masamasa inilah, ia banyak
mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru di sekitar kimia. Berbekal
pengalaman dan pengetahuannya itu, sempat beberapa kali ia mengadakan
penelitian soal kimia. Namun, penyelidikan secara serius baru ia
lakukan setelah umurnya menginjak dewasa.
Dalam penelitiannya itu,
Jabir mendasari eksperimennya secara kuantitatif dan instrumen yang
dibuatnya sendiri, menggunakan bahan berasal dari logam, tumbuhan, dan
hewani. Jabir mempunyai kebiasaan yang cukup konstruktif mengakhiri
uraiannya pada setiap eksperimen. Antara lain dengan penjelasan :
“Saya pertamakali mengetahuinya dengan melalui tangan dan otak saya
dan saya menelitinya hingga sebenar mungkin dan saya mencari kesalahan
yang mungkin masih terpendam “.
Dari Damaskus ia kembali ke kota
kelahirannya, Kuffah. Setelah 200 tahun kewafatannya, ketika
penggalian tanah dilakukan untuk pembuatan jalan, laboratoriumnya yang
telah punah, ditemukan. Di dalamnya didapati peralatan kimianya yang
hingga kini masih mempesona, dan sebatang emas yang cukup berat.
Teori Jabir
Pada
perkembangan berikutnya, Jabir Ibnu Hayyan membuat instrumen
pemotong, peleburan dan pengkristalan. Ia menyempurnakan proses dasar
sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur,
penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan (fixation), amalgamasi, dan
oksidasi-reduksi.
Semua ini telah ia siapkan tekniknya, praktis
hampir semua ‘technique’ kimia modern. Ia membedakan antara penyulingan
langsung yang memakai bejana basah dan tak langsung yang memakai
bejana kering. Dialah yang pertama mengklaim bahwa air hanya dapat
dimurnikan melalui proses penyulingan.
Khusus menyangkut fungsi dua
ilmu dasar kimia, yakni kalsinasi dan reduksi, Jabir menjelaskan,
bahwa untuk mengembangkan kedua dasar ilmu itu, pertama yang harus
dilakukan adalah mendata kembali dengan metoda-metoda yang lebih
sempurna, yakni metoda penguapan, sublimasi, destilasi, penglarutan,
dan penghabluran.
6. Ibnu Ismail Al Jazari
Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.
”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting.
Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain,
merakit, dan membuat sebuah mesin” (Donald Hill).
Kalimat di atas
merupakan komentar Donald Hill, seorang ahli teknik asal Inggris yang
tertarik dengan sejarah teknologi, atas buku karya ahli teknik Muslim
yang ternama, Al-Jazari. Al Jazari merupakan seorang tokoh besar di
bidang mekanik dan industri. Lahir dai Al Jazira, yang terletak
diantara sisi utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya antara Sungai
tigris dan Efrat.Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada
masanya. Nama lengkapnya adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz
Al-Jazari. Dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas.
Ibnu Ismail Ibnu Al-Razzaz al-Jazari mendapat julukan sebagai Bapak
Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi
rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine,
crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.
Ia dipanggil Al-Jazari karena lahir di Al-Jazira, sebuah wilayah
yang terletak di antara Tigris dan Efrat, Irak. Seperti ayahnya ia
mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174
sampai 1200 sebagai ahli teknik.
Donald Routledge dalam bukunya
Studies in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga zaman
modern ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi
lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun
berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh Al-Jazari. Pada 1206 ia
merampungkan sebuah karya dalam bentuk buku yang berkaitan dengan
dunia teknik.Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya,
lengkap dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku, “al-Jami Bain
al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal” (The Book of Knowledge
of Ingenious Mechanical Devices). Bukunya ini berisi tentang teori dan
praktik mekanik. Karyanya ini sangat berbeda dengan karya ilmuwan
lainnya, karena dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara detail
hal yang terkait dengan mekanika. Dan merupakan kontribusi yang sangat
berharga dalam sejarah teknik.
Keunggulan buku tersebut mengundang
decak kagum dari ahli teknik asal Inggris, Donald Hill (1974). Donald
berkomentar bahwa dalam sejarah, begitu pentingnya karya Al-Jazari
tersebut. Pasalnya, kata dia, dalam buku Al-Jazari, terdapat instruksi
untuk merancang, merakit, dan membuat mesin.
Di tahun yang sama
juga 1206, al-Jazari membuat jam gajah yang bekerja dengan tenaga air
dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis,
yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung
berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami
pengembangan robot masa sekarang. Kini replika jam gajah tersebut
disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan
atas karya besarnya.
Pada acara World of Islam Festival yang
diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak orang yang berdecak kagum
dengan hasil karya Al-Jazari. Pasalnya, Science Museum merekonstruksi
kerja gemilang Al-Jazari, yaitu jam air.
Ketertarikan
Donald Hill terhadap karya Al-Jazari membuatnya terdorong untuk
menerjemahkan karya Al-Jazari pada 1974, atau enam abad dan enam puluh
delapan tahun setelah pengarangnya menyelesaikan karyanya.
Tulisan
Al-Jazari juga dianggap unik karena memberikan gambaran yang begitu
detail dan jelas. Sebab ahli teknik lainnya lebih banyak mengetahui
teori saja atau mereka menyembunyikan pengetahuannya dari orang lain.
Bahkan ia pun menggambarkan metode rekonstruksi peralatan yang ia
temukan.
Karyanya juga dianggap sebagai sebuah manuskrip terkenal di
dunia, yang dianggap sebagai teks penting untuk mempelajari sejarah
teknologi. Isinya diilustrasikan dengan miniatur yang menakjubkan.
Hasil kerjanya ini kerap menarik perhatian bahkan dari dunia Barat.
7. Abu Al Zahrawi / ALBUCASIS
Sang Penemu Gips Era Islam:
Abu Al Zahrawi merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan
yang berasal dari Andalusia. Dia merupakan penemu asli dari teknik
pengobatan patah tulang dengan menggunakan gips sebagaimana yang
dilakukan pada era modern ini. Sebagai seorang dokter era kekalifahan,
dia sangat berjasa dalam mewariskan ilmu kedokteran yang penting bagi
era modern ini.
Al Zahrawi menjadi pakar kedokteran yang termasyhur pada zamannya.
Bahkan hingga lima abad setelah dia meninggal, bukunya tetap menjadi
buku wajib bagi para dokter di berbagai belahan dunia. Prinsip-prinsip
ilmu pengetahuan kedokterannya masuk dalam kurikulum jurusan
kedokteran di seluruh Eropa.
8. Ibnu Haitham/AL HAZEN
Ilmuwan Optik dari Basrah:
Sejak
itu, mulailah perantauannya untuk belajar ilmu pengetahuan. Kota
pertama yang dituju adalah Ahwaz kemudian Baghdad. Kecintaannya kepada
ilmu pengetahuan membawanya berhijrah ke Mesir. Untuk membiayai
hidupnya, ia menyalin buku-buku tentang matematika dan ilmu falak.
Belajar
yang dilakukan secara otodidak membuatnya mahir dalam bidang ilmu
pengetahuan, ilmu falak, matematika, geometri, pengobatan, dan
filsafat. Tulisannya mengenai mata telah menjadi salah satu rujukan
penting dalam bidang penelitian sains di Barat. Kajiannya mengenai
pengobatan mata menjadi dasar pengobatan mata modern.
Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang
dibakar dan dari situ tercetuslah teori lensa pembesar. Teori itu
telah digunakan oleh para saintis di Itali untuk menghasilkan kaca
pembesar pertama di dunia. Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham
telah menemukan prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan bernama
Tricella mengetahui hal tersebut 500 tahun kemudian.
Beberapa
buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris, salah satunya adalah Light dan On Twilight Phenomena.
Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di
sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana.
Ibnu
Haitham membuktikan dirinya begitu bergairah mencari dan mendalami ilmu
pengetahuan pada usia mudanya. Banyak buku yang dihasilkannya dan
masih menjadi rujukan hingga saat ini. Di antara buku-bukunya itu adalah
Al’Jami’ fi Usul al’Hisab yang mengandung teori-teori ilmu matemetika
dan matematika penganalisaan; Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib mengenai
ilmu geometri; Kitab Tahlil ai’masa’il al ‘Adadiyah tentang aljabar;
Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat;
Maqalah fima Tad’u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan
hukum syarak; dan Risalah fi Sina’at al-Syi’r mengenai teknik penulisan
puisi.
Meski menjadi orang terkenal di zamannya, namun Ibnu
Haitham tetap hidup dalam kesederhanaan. Ia dikenal sebagai orang yang
miskin materi tapi kaya ilmu pengetahuan.
9. Al-Jahiz
Al-Jahiz lahir di Basra, Irak pada 781 M. Abu Uthman Amr ibn Bahr
al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri, nama aslinya. Ahli zoologi terkemuka
dari Basra, Irak ini merupakan ilmuwan Muslim pertama yang mencetuskan
teori evolusi. Pengaruhnya begitu luas di kalangan ahli zoologi
Muslim dan Barat. Jhon William Draper, ahli biologi Barat yang sezaman
dengan Charles Darwin pernah berujar, ”Teori evolusi yang
dikembangkan umat Islam lebih jauh dari yang seharusnya kita lakukan.
Para ahli biologi Muslim sampai meneliti berbagai hal tentang
anorganik serta mineral.” Al-Jahiz lah ahli biologi Muslim yang
pertama kali mengembangkan sebuah teori evolusi .
Ilmuwan dari
abad ke-9 M itu mengungkapkan dampak lingkungan terhadap kemungkinan
seekor binatang untuk tetap bertahan hidup. Sejarah peradaban Islam
mencatat, Al-Jahiz sebagai ahli biologi pertama yang mengungkapkan
teori berjuang untuk tetap hidup (struggle for existence). Untuk dapat
bertahan hidup, papar dia, makhluk hidup harus berjuang, seperti yang
pernah dialaminya semasa hidup. Beliau dilahirkan dan dibesarkan di
keluarga miskin. Meskipun harus berjuang membantu perekonomian
keluarga yang morat-marit dengan menjual ikan, ia tidak putus sekolah
dan rajin berdiskusi di masjid tentang sains. Beliau bersekolah hingga
usia 25 tahun. Di sekolah, Al-Jahiz mempelajari banyak hal, seperti
puisi Arab, filsafat Arab, sejarah Arab dan Persia sebelum Islam,
serta Al-Qur’an dan hadist.
10. Ar-Razi / RAZHES
Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi (Persia) atau
dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar
sains Iran yang hidup antara tahun 864 – 930. Ia lahir di Rayy, Teheran
pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925.
Ar-Razi
sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan
kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq
di Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin
sebuah rumah sakit di Rayy. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit
Muqtadari di Baghdad. Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa
dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam.
Kontribusi
Bidang Kedokteran= Cacar dan campak
Sebagai
seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan
orang pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar:
“Cacar
terjadi ketika darah ‘mendidih’ dan terinfeksi, dimana kemudian hal
ini akan mengakibatkan keluarnya uap. Kemudian darah muda (yang
kelihatan seperti ekstrak basah di kulit) berubah menjadi darah yang
makin banyak dan warnanya seperti anggur yang matang. Pada tahap ini,
cacar diperlihatkan dalam bentuk gelembung pada wine. Penyakit ini
dapat terjadi tidak hanya pada masa kanak-kanak, tapi juga masa dewasa.
Cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah mencegah kontak
dengan penyakit ini, karena kemungkinan wabah cacar bisa menjadi
epidemi.”
Diagnosa ini kemudian dipuji oleh Ensiklopedia
Britanika (1911) yang menulis: “Pernyataan pertama yang paling akurat
dan tepercaya tentang adanya wabah ditemukan pada karya dokter Persia
pada abad ke-9 yaitu Rhazes, dimana dia menjelaskan gejalanya secara
jelas, patologi penyakit yang dijelaskan dengan perumpamaan fermentasi
anggur dan cara mencegah wabah tersebut.”
Buku ar-Razi yaitu
Al-Judari wal-Hasbah (Cacar dan Campak) adalah buku pertama yang
membahas tentang cacar dan campak sebagai dua wabah yang berbeda. Buku
ini kemudian diterjemahkan belasan kali ke dalam Latin dan bahasa
Eropa lainnya. Cara penjelasan yang tidak dogmatis dan kepatuhan pada
prinsip Hippokrates dalam pengamatan klinis memperlihatkan cara
berpikir ar-Razi dalam buku ini.
Berikut ini adalah penjelasan
lanjutan ar-Razi: “Kemunculan cacar ditandai oleh demam yang
berkelanjutan, rasa sakit pada punggung, gatal pada hidung dan mimpi
yang buruk ketika tidur. Penyakit menjadi semakin parah ketika semua
gejala tersebut bergabung dan gatal terasa di semua bagian tubuh.
Bintik-bintik di muka mulai bermunculan dan terjadi perubahan warna
merah pada muka dan kantung mata. Salah satu gejala lainnya adalah
perasaan berat pada seluruh tubuh dan sakit pada tenggorokan.”
Alergi dan demam
Razi
diketahui sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit “alergi
asma”, dan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi.
Pada salah satu tulisannya, dia menjelaskan timbulnya penyakit rhintis
setelah mencium bunga mawar pada musim panas. Razi juga merupakan
ilmuwan pertama yang menjelaskan demam sebagai mekanisme tubuh untuk
melindungi diri.
Farmasi
Pada bidang farmasi,
ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula
dan mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari
merkuri.
Etika kedokteran
Ar-Razi juga mengemukakan
pendapatnya dalam bidang etika kedokteran. Salah satunya adalah ketika
dia mengritik dokter jalanan palsu dan tukang obat yang berkeliling di
kota dan desa untuk menjual ramuan. Pada saat yang sama dia juga
menyatakan bahwa dokter tidak mungkin mengetahui jawaban atas segala
penyakit dan tidak mungkin bisa menyembuhkan semua penyakit, yang
secara manusiawi sangatlah tidak mungkin. Tapi untuk meningkatkan mutu
seorang dokter, ar-Razi menyarankan para dokter untuk tetap belajar
dan terus mencari informasi baru. Dia juga membuat perbedaan antara
penyakit yang bisa disembuhkan dan yang tidak bisa disembuhkan. Ar-Razi
kemudian menyatakan bahwa seorang dokter tidak bisa disalahkan karena
tidak bisa menyembuhkan penyakit kanker dan kusta yang sangat berat.
Sebagai tambahan, ar-Razi menyatakan bahwa dia merasa kasihan pada
dokter yang bekerja di kerajaan, karena biasanya anggota kerajaan suka
tidak mematuhi perintah sang dokter.
sumber :http://haxims.blogspot.com/2011/05/inilah-10-ilmuwan-islam-paling-berjasa.html